RSS

PESTA DEMOKRASI

hSejak era sebelum kemerdekaan, pasca kemerdekaan,  Orde Lama dan Orde Baru, sampai Orde Reformasi partisipasi pemuda dalam menyuarakan demokrasi itu tidak diragukan lagi. Sumpah Pemuda yang dikumandangkan tahun 1982, Proklamasi Kemerdekaan tahun 1945, dan Reformasi tahun 1998, menunjukan bahwa peran pemuda dalam kebangkitan bangsa memang begitu dominan dan strategis. Ini dikarenakan pada masa ini pemuda, punya kekuatan otot dan otak yang kuat, boleh dikatakan bahwa apapun bisa dilakukan oleh pemuda. Seperti kata Soekarno,” Berikan saya sepuluh orang Pemuda, maka akan ku goncang dunia ini.” (Suarajakarta, 2014).

Pemuda memang identik dengan gairah, semangat, demokrasi, dan keterbukaan. Pemuda tidak menyukai segala sesuatu yang loyo dan muluk-muluk. Pemuda sangat menyukai realita. Dalam pesta demokrasi lima tahun sekali adalah hal yang sangat menarik di mata kaum muda. Dengan demikian, salah satu jurus ampuh untuk meraih dukungan pemuda dalam pemilu adalah dengan menawarkan keterbukaan, program yang tidak muluk-muluk serta realistis. Dalam pemilu tujuan utamanya adalah persaingan memenangkan suara pemilih pemuda yang dari waktu ke waktu semakin meningkat. Dalam persaingan pemilu setiap Parpol tentu saja mengeluarkan strategi atau jurus jitu apapun akan ditempuh sajauh jurus tersebut memberikan peluang untuk memenangkan persaingan. Salah satu jurus andalan para Parpol untuk memenangkan persaingan adalah pengerahan masa di jalanan yang biasa kita kenal sebagai kampanye, pesta demokrasi atau pesta jalanan.

Pesta jalanan adalah sesuatu yang sangat menarik di mata kaum muda. Ini memberikan peluang untuk melepaskan segala keinginan yang tidak dapat tersalurkan dalam kondisi biasa.  Pada kenyataanya dalam kondisi sekarang ini, kamu muda sulit untuk mendapatkan pengakuan atas eksistensi dirinya.  Kaum muda adalah kaum yang ingin diakui eksistensi dirinya, tetapi saat ini kurang mendapatkan peluang-peluang dalam kehidupan sehari-hari. Kaum muda saat ini, hanya menjadi sasaran objek pembangunan tanpa dipedulikan suara hatinya. Ini menunjukan betapa lemahnya posisi kaum muda. Hal ini menjadi sumber kekesalan bagi kaum muda.

Pesta jalanan telah memberikan peluang bagi kaum muda untuk menghilangkan kekesalannya.  Pada kenyataanya pesta jalanan diartikan sebagai luapan emosi para kaum muda. Hidup mereka yang tadinya serba diatur oleh orang tua, sekolah dan peraturan lainnya, kini mereka bisa mengatur orang lain ketika mereka turun ke jalanan. Angkat tangan satu, dua, atau tiga jari, menyuruh orang dan menghentikan kendaraan adalah perintah yang kini bisa mereka lakukan agar orang lain mengikutinya. Dalam kata kasarnya “Ora minggir bacok” dengan cara seperti ini mereka menunjukan kekuasaanya.

Namun pada kenyataanya pesta jalanan yang dianggap sebagai jurus jitu untuk meraih suara dan simpatik pemuda justru menumbuhkan benih-benih emosi, prasangka buruk terhadap Parpol lain, hingga menimbulkan perpecahan antar pemuda. Memberikan peluang besar bagi tindak kejahatan criminal. Namun harus diakui juga bahwa pesta jalanan memiliki sisi positif yaitu sebagai hiburan arak-arakan yang banyak dinikmati oleh masyarakat. Tersedianya peluang kaum muda untuk melampiaskan kekesalan yang menumpuk tanpa adanya penyaluran.

Sudah saatnya kaum muda Indonesia, kini kembali bangkit untuk menyuarakan hak pemuda untuk turut menentukan siapa yang berhak memimpin negara ini. Pemuda adalah  harapan bangsa yang menjadi teladan masyarakat dengan cara bekerjasama melancarkan pemilu, tidak dengan cara-cara anarkis melakukan gencar-gencaran pesta jalanan. Jangan sampai kita sebagai pemuda Indonesia hanya bisa menjelek-jelekan sosok pemimpin negara, tanpa mengetahui perannyya untuk kemajuan bangsa. Tidak hanya bisa mengkritisi tanpa ikut berkontribusi. Cobalah jangan hanya menggantungkan nasib pada birokrasi pemerintahan ini. Tidak hanya punya prinsip yang penting bisa makan, tanpa mempedulikan siapa yang memimpin negeri ini. Jangan sampai peran pemuda dalam pemilu hanya mementingkan Pokoke Njoget dan Pokoke Melu sampean mas tanpa mengetahui tujuan pesta demokrasi yang sebenarnya.

 

 

 

Referensi buku :

Ancok, D. (2004). Psikologi Terapan Mengupas Dinamika Kehidupan Umat Manusia. Yogyakarta: Darussalam Offset.

 

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 29 Februari 2016 in Opini

 

Sekolah Menulis PMII HA UNY [Karya 4]

Trend game COC

cocPernahkah kamu melihat temanmu begitu asik bermain dengan gadgetnya?atau pernahkah kamu menebak atau hanya penasaran dengan apa yang mereka lihat di dalam gadget mereka?lalu apa yang kamu pikirkan dengan yang mereka lihat?let’s to be kepo-per guys…hehehehe…

So, seperti yang lagi nge-trend dan banyak anak muda gandrungi saat ini, game COC (clash of clans) adalah salah satunya. Game besutan Supercell yang dirilis pada tahun 2013 atau sekitar dua tahun lalu ini hingga sekarang masih eksis serta banyak peggemarnya. Meskipun, saat ini juga banyak pesaing (game lain) yang mirip COC. Nah, coba kamu lihat pada teman-teman mu itu apakah mereka juga asik karena bermain game ini? Jika iya, kalian mengalami apa yang  juga saya alami. Dan menurut saya game ini memiliki efek candu membandel bagi para clasher (sebutan untuk pemain game COC). Mereka meluangkan waktu berjam-jam untuk memainkan COC. Seringkali saya temukan pada mereka yang mengaku dirinya clasher karena suka dengan permainan game ini, asik hanya pada gadget mereka yang tak lain untuk bermain game COC. Kadang mereka menjadi sensitif ketika mereka merasa diganggu dengan keperluan orang lain terhadap dirinya. Mereka menjadi tak menghiraukan apa yang sedang terjadi saat itu, yang terjadi disekelilingnya, karena fokus bermain game. Hal seperti ini dikhawatirkan menimbulkan perubahan sikap sosial seseorang yang signifikan dalam kehidupan sehari-harinya. Karena perlu diingat, sosialisasi atau kehidupan sosial sangat diperlukan dan itu satu hal yang utama (penting).

Dalam hal lain dari COC yaitu dijadikan bisnis, seperti yang dilakukan oleh Supercell sendiri dalam melakukan jual gems (in gems purchase). Ini adalah sebuah desain permainan COC dimana desain ini dibuat untuk clasher supaya dapat membeli gems yang dalam permainan ini digunakan untuk mengubah base atau tatanan village mereka. Tak tanggung-tanggung bahkan para clasher sangat antusias, seperti yang pernah dilansir oleh Bussines Insider, diketahui bahwa ada seorang clasher yang rela merogoh kocek hingga 2 juta US Dollar hanya untuk membeli gems dalam permainan COC, (sumber internet).

Nah guys, bagaimana dengan kamu yang suka main game COC atau game lainnya?atau yang ngakunya gamers sejati? hihi. Sudah bisa melihat peluang bisnis dari game yang kalian nikmati?atau sudah mampu menciptakan game sendiri? Jangan lupa ya bahwa memang segala sesuatu ada baik dan buruknya, termasuk dalam bermain game pun tidak selamanya buruk (jika digunakan sewajarnya), jadi usah  berlebihan yaa, sewajarnyaaa. Dan jangan sampai lupa untuk memberikan hak pada diri kita untuk tetap melakukan fungsi sosialnya yaitu bergaul dan berinteraksi dengan keluarga, teman dan orang lain, tidak hanya fokus dengan favorite games sajaaah.

Terimakasih untuk para teman-teman yang sudah berkenan membaca😀 dan mohon maaf untuk segala kekurangan dalam penulisan ataupun informasi😀 kritik dan saran yang membangun saya tungguuu😀

Ruliah Sari || FIS || Ilmu Sejarah

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 1 November 2015 in Opini

 

Tag:

Sekolah Menulis PMII HA UNY [Karya 3]

Plus-minus Media Sosial

sosmedDi dunia yang serba modern ini, kehidupan manusia tidak bisa dipisahkan dari media sosial. Bahkan sudah menjadi bagian dari gaya hidup dan kebutuhan. Dalam kesempatan ini, saya akan membahas media sosial facebook dalam pandangan saya. Apa kalian tahu, 95 persen dari 63 juta orang pengguna internet di Indonesia adalah membuka jejaring sosial yakni Facebook dan Twitter. Indonesia merupakan peringkat 4 pengguna Facebook terbesar setelah Amerika, Brazil dan India. (Sumber: setianidina18.blogspot.co.id). Padahal kampus UNY sendiri telah mem-blok facebook diwifi-nya.

Post di facebook yang sering saya temui kebanyakan berisi hal yang kurang bermanfaat dan informatif. Contohnya seperti keluhan tentang kehidupannya, marah-marah pada seseorang melalui status. Kedua hal tersebut tidak perlu, karena belum tentu orang yang kita maksud membaca tulisan kita. Kita tidak akan mendapatkan penyelesaian, motivasi atau masukan. Justru dengan kalimat emosional kita akan memperlihatkan sisi buruk diri kita. Dari  kalimat-kalimat seseorang dapat dibaca watak dan karakter orang tersebut.

Sering juga postingan yang kurang penting, foto yang kadang kurang sopan. Tujuannya hanya untuk mencari popularitas dan eksistensi di dunia maya. Membagikan dan men-share berita yang belum diklarifikasi dan sumbernya kurang bisa dipertanggungjawabkan, justru membingungkan publik.

Salah satu korban kurang hati-hati dalam memposting sesuatu dunia maya adalah kasus Hello Kitty, salah satu remaja putri di Sewon, Bantul. Berlanjut dan berakhir dengan masalah hukum.

Di zaman yang serba terbuka ini, demokrasi dan menjamurnya media sosial, masyarakat pada umumnya telah bergeser menjadi pribadi yang sangat sensitif. Mereka menjadi seseorang yang lebih reaktif pada suatu hal. Idealnya media sosial diciptakan tentu punya banyak manfaat, yang sebaiknya kita gali dan manfaatkan untuk memperoleh banyak pengetahuan. Seperti media sosial sebagai forum diskusi, sarana menulis motivasi dan kisah inspiratif, sampai media promosi produk dan bisnis online.

Karya: Niswatun Khasanah || FBS || PBSI

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 30 Oktober 2015 in Opini

 

Tag:

Sekolah Menulis PMII HA UNY [Karya 2]

Kampus Hijau UNY

fipFIP (Fakultas Ilmu Pendidikan) UNY merupakan kampus pendidikan UNY yang terdiri dari 9 jurusan dan mempunyai jurusan terbaru yaitu Psikologi. FIP  terdiri dari 4 kampus yang tersebar di kampus Mandala, Bantul, Wates dan UNY Pusat. Banyak hal yang menarik dari FIP, salah satunya dosen FIP adalah Bapak Rektor UNY sendiri yaitu Bapak Rochmat Wahab yang mengajar dijurusan PLB.

FIP mempunyai taman ditengah-tengah kampus yang bernama Taman Hijau FIP. Ditaman tersebut ada tempat nongkrong yang cocok untuk para mahasiswa. Ditempat tersebut mahasiswa dapat menegerjakan tugas, berdiskusi, wifian atau sekedar mengerumpi. Di  Taman Hijau FIP ada pula air mancur yang menambah keindahan taman tersebut. Kesejukan fakultas ini memang pantas disebut kampus hijau UNY karena begitu banyak tanaman yang tumbuh dan rindang di daerah ini.

Masjid terluas kedua setelah Masjid Mujahidin UNY terletak di fakultas ini karena di fakultas lain hanya berdiri sebuah mushola. Akan tetapi lemari untuk mukena kurang begitu rapi jadi terkesan kurang indah. Di belakang masjid terdapat kolam ikan yang diatasnya tumbuh tanaman Markisa, akan tetapi air yang hijau dari kolam ikan tersebut menyebabkan bau yang tidak sedap sehingga mengganggu indera penciuman seseorang yang lewat. Tumbuhan markisa yang mulai gersang itu juga tidak terawat sehingga tidak lagi membuat teduh kolam ikan. Disamping kolam ikan juga ada sebuah bangunan yang rusak dan kamar mandi yang tidak terpakai, seharusnya diperbaiki agar bermanfaat.

Karya: Afrian Dwi Yunitasari || FIS/Ilmu Sejarah

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 25 Oktober 2015 in Opini

 

Tag:

Sekolah Menulis PMII HA UNY [Karya 1]

Jauhkan Gadgetmu saat Tidur

       Gadget-Anda-Pengganggu-tidur-Anda   Di zaman yang serba modern ini, gadget bukanlah barang yang asing lagi bagi kita semua. Hampir semua orang memiliki dan menggunakannya, bahkan sebelum tidur. Menurut survei tim medis yayasan kesehatan BMJ Open di Norwegia, terdapat lebih dari 44% pengguna gadget/ponsel yang tidur di dekat gadget/ponsel mereka.

Tidur berdekatan dengan gadget/ponsel adalah hal yang tidak baik bahkan dapat membahayakan diri kita. Kerugian atau bahaya dari tidur di dekat gadget/ponsel antara lain dapat mengganggu tidur (susah tidur/insomnia), meningkatkan risiko penyakit kanker, tumor otak, dan diabetes.

Menurut penelitian yayasan kesehatan BMJ Open, SOL (Sleep Onset Latency) atau lama waktu untuk merasa mengantuk dan tertidur seseorang dapat terganggu karena adanya perangkat elektronik yang memiliki layar pemancar cahaya. Pada gadget atau ponsel, cahaya panjang-pendek yang dihasilkannya dapat menekan produksi hormon “melatonin” yang menyebabkan rasa kantuk. Jika hormon ini hanya sedik berproduksi, maka seseorang akan mengalami susah tidur atau insomnia.

Dampak buruk selanjutnya adalan risiko penyakit kanker. Menurut penelitian yang dilakukan oleh European Journal of Cancer Prevention, radiasi yang titimbulkan oleh gadget/ponsel dapat meningkatkan risiko kanker payudara pada perempuan hingga 17%. Tumor otak juda dapat dipicu oleh radiasi dari gadget/ponsel. Menurut data WHO, radiasi ponsel bersifat karsinogenik yang dapat mempengaruhi terbentuknya neoplasma dari regenerasi sel di otak yang tidak wajar.

Selain itu, pancaran sinar dari gadget/ponsel dapat meningkatkan risiko terkena diabetes tipe 2 yang biasanya dialami oleh seseorang yang umurnya di atas 35 tahun. Penelitian dalam Journal Chronobiology International menyatakan bahwa seseorang yang berusia lanjut akan rentan terkena penyakit diabetes tipe 2 apabila mereka menggunakan gadget 4 jam sebelum tidur, dan lebih parahnya jika mereka tidur di dekat gadget tersebut.

Tidur merupakan aktivitas untuk mengistirahatkan semua anggota badan manusia. Maka akan lebih baik jika kita beristirahat sepenuhnya tanpa gangguan. Dan untuk mengurangi risiko penyakit-penyakit yang telah diuraikan di atas, sebaiknya kita tidak tidur didekat gadget/ponsel dan mengurangi penggunaan gadget/ponsel sebelum tidur.

Karya: Nur Chorimah Bayu Tri Purnaningsih || FBS / PBSI 2015

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Oktober 2015 in Opini

 

Tag:

Sekolah Menulis PMII HA UNY

Sekolah Menulis merupakan salah satu dari serangkaian kegiatan FMB (Festival Mahasiswa Baru) yang diadakan oleh PMII HA UNY pada hari Minggu, 18 Oktober 2015. Dari kegiatan ini, diperoleh hasil karya tulisan oleh para pesertanya yang berasal dari Mahasiswa Baru UNY angkatan 2015. Antusiasme dari kegiatan ini telah melahirkan calon-calon kader PMII HA UNY yang memiliki minat terhadap dunia jurnalistik. Lebih lanjut RTL (Rencana Tindak Lanjut) dari kegiatan pelatihan ini adalah publikasi karya-karya para peserta di sosmed dan terbentuknya komunitas menulis dengan harapan dapat mewadahi minat sahabat-sahabati dalam meluapkan aspirasi, ide dan gagasannya.

 
Tinggalkan komentar

Ditulis oleh pada 25 Oktober 2015 in Agenda

 

MAPABA 2015

PAMFLET MAPABAMAPABA (Masa Penerimaan Anggota Baru) merupakan agenda rutin dari PMII Komisariat Hasyim Asy’arie UNY dengan tujuan menjaring anggota baru. Sama halnya seperti organisasi-organisasi yang lainnya, PMII Komisariat Hasyim Asy’arie UNY mengadakan Open Recruitment anggota pula. Tidak menutup kemungkinan dari berbagai angkatan yang berbeda, tidak harus dari Mahasiswa Baru saja yang menjadi anggota baru. Perbedaan PMII dengan organisasi eksternal kampus lainnya adalah landasan/ideologinya yang menggunakan “Aswaja An-Nahdliyah.”

Menjadi anggota PMII Komisariat Hasyim Asy’arie UNY akan mendapatkan ilmu baru yang pastinya tidak didapat di kelas kuliah sehari-hari dan organisasi internal kampus. Menjadi anggota PMII yang basic nya organisasi eksternal kampus, lebih memiliki tantangan tersendiri dan pastinya menambah wawasan kita agar menjadi pribadi yang memiliki pola pikir kritis dan transformatif terhadap fenomena-fenomena di sekitar kita.

Dengan adanya MAPABA 2015 yang diselenggarakan oleh PMII Komisariat Hasyim Asy’arie UNY, diharapkan dapat mewadahi para Mahasiswa khususnya Mahasiswa UNY untuk mengembangkan kemampuan softskill dan hardskill mereka dalam organisasi. Jika dihadapkan pada realita yang ada, alumni PMII Komisariat Hasyim Asy’arie UNY terbukti menjadi sosok teladan bagi masyarakat di sekitar mereka.

Untuk formulir pendaftaran dapat diakses di https://tinyurl.com/ply9qrs atau http://bit.do/mapaba2015

Ayo Gabung PMII Komisariat Hasyim Asy’arie UNY
Salam Pergerakan
Tangan Terkepal dan Maju ke Muka

 
1 Komentar

Ditulis oleh pada 17 Oktober 2015 in 1, Agenda

 

Tag: